Senin, 13 Juni 2016

Kegiatan Penyemprotan Hama Pengganggu

Bunga Segar Tanpa Hama


Bismillah,

Kita harus ingat, jika kita ingin agar tanaman yang tumbuh di taman dapat tumbuh dengan baik, maka sebaiknya tanaman diberi upaya perlakuan pencegahan terhadap serangan hama. Hama dimaksud dapat berupa belalang, serangga, ulat, ataupun rayap tanah. Sama halnya dengan binatang peliharaan, agar binatang kesayangan tersebut dapat tumbuh sehat maka kita juga memberikan vaksin misalnya atau bahkan tidak menutup kemungkinan vitamin agar hewan kesyangan dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Tanaman yang telah terserang hama, akan terlihat akibat dari serangan tersebut melalui tampilan pada fisiknya seperti daun yang mengering, daun yang menggulung, atau daun yang tampak terdapat bekas gigitan binatang tertentu. Untuk mengetahui gejala ini sangatlah mudah, coba anda amati, biasanya pada bagian bawah alas atau tanah tempat tanaman tumbuh terdapat kotoran hasil pembuangan dari hewan tersebut. Atau jika tidak, berarti biasanya yang menggigit adalah jenis belalang, karena belalang dengan mudah dapat berpindah-pindah tempat setelah memakan daun.

Pada kegiatan ini, anda dapat melakukan penyemprotan dengan menggunakan zat pembasmi hama tanaman secara berkala minimal satu bulan satu kali sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Obat hama yang beredar umumnya adalah digunakan untuk tanaman pertanian atau perkebunan, janngan lupa untuk membaca dosisnya, dan  setarakan dosis tersebut dengan morfologi fisik tanaman hias yang akan dirawat. Anda dapat menggunakan dosis 2cc sampai dengan 4cc perliternya.

Apabila gejala yangtelah disebutkan diatas tidak terlihat akan tetapi tanaman kelihatan layu atau malah mati, berarti telah terjadi serangan pada bagian dasar tanaman yang mengakibatkan terganggunya proses suplai makanan dari dalam tanah ke arah bagian atas tubuh tanaman. Hal ini Biasanya terjadi akibat serangan rayap atau ulat tanah.

Selain hal-hal diatas layu atau matinya tanaman dapat juga disebabkan faktor-faktor sebagai berikut :

1.     Tidak cocoknya tempat tumbuh akibat peletakan tanaman pada awalnya yang tidak sesuai dengan habitat tanaman utama. Seperti tanaman yang seharusnya berada di area terbuka malah diletakkan di area yang teduh atau sebaliknya

2.    Pembusukan pada akar. Hal ini terjadi karena adanya drainase yang kurang baik pada area sekitar tanaman, sehingga akar tanaman menjadi terendam air dalam jangka waktu yang lama, akhirnya akarpun membusuk.

3.    Tanaman kekurangan zat makanan, sama halnya dengan benda hidup lainnya apabila tidak mendapatkan suplai makanan yang cukup maka akan terjadi kelaparan, bahkan kematian


4.   Selain itu, tanaman juga memiliki tahapan pertumbuhan karena itu periksalah keadaan tanaman apakah tanam tersebut sudah cukup tua sehingga perlu diganti dengan yang baru atau diganti jenis lain yang lebih sesuai.

Semoga bermanfaat..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More