Rabu, 21 Desember 2016

Tips Rekondisi Tanaman Dalam Pot (Repoting)

Tanaman dalam Pot

Termasuk di dalam kegiatan merawat dan memelihara tanaman adalah penanaman kembali ataupun pengkondisian kembali tanaman yang ditanam di dalam pot yang telah mencapai usia tertentu. Kegiatan ini biasa disebut rekondisi atau repoting. Sebagai contoh adalah tanaman yang ditanam di dalam pot dan telah mencapai usia tiga sampai empat tahun.

Pada kondisi tersebut akar tanaman sudah mencapai volume maksimal. Akar sudah menumpuk di seluruh sudut pot bunga atau bahkan sudah menembus sampai keluar. Untuk itu sebagai jalan keluarnya adalah dengan cara membongkar dan menngkondisikan akar tanaan dengan cara memangkas sebagian akar tanaman tersebut dan menanamnya kembali dalam pot semula. Apabila kondisi pot bunga tidak memungkinkan, maka sebaiknya diganti dengan pot yang baru sehingga tanaman dapat terlihat serasi dan sesuai.

Kondisi semacam ini juga dialami pada tanaman yang ditanam di dalam planter box (bak tanaman) yang biasanya dijumpai pada area roof garden. Untuk kondisi penggantian tanaman cenderung lebih lama yakni bisa sampai dengan sepuluh tahun. Apabila ingin mendapatkan kondisi yang baru maka sebaiknya tanaman secara bertahap diganti dengan tanaman baru.

Ciri-ciri tanaman yang telah jenuh akar biasanya seperti di bawah ini :

1. Tanaman tumbuh konstan, daun seperti terlihat tidak segar serta seringkali menguning dengan cepat, Bila disirami maka air cepat meresap ke bawah sehingga lebih cepat mengering dikarenakan media tanam yang sudah sedikit sehingga hanya terjadi tumpukan akar tanaman.

2. Perakaran sudah ada yang terlihat menyembul ke permukaan media tanam. Pada tepian pot bagian dalam sebelah atas biasanya sudah terdapat pemisahan atau celah antara pot dengan kumpulan padat akar tanaman.

3. Perakaran bagian bawah juga sudah ada yang terlihat menyembul keluar pot tanaman, biasanya bila pot akan dipindahkan sebagian akar tanaman sudah menempel pada lantai.

Untuk mengatasi hal diatas, langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan memisahkan antara kumpulan akar tanaman dan media tanam. Pada saat dipisahkan/diangkat akan terlihat perakaran yang sudah padat dan cendering mengikuti bentuk permukaan pot tanaman. Lakukan kegiatan pemisahan tanaman pada saat media tanam agak basah sehingga ketika terangkat maka media tanam akan mudah terurai dan terpisah dengan akar tanaman.

Kegiatan ini sebaiknya dilaksanakan di tempat yang teduh dan tidak terkena matahari langsung karena pada saat pemisahan tanaman adalah merupakan kegiatan "menyakiti" tanaman sehingga terhindar dari penguapan yang terlalu drastis yang dapat menyebabkan tanaman menjadi layu permanen.

Langkah selanjutnya adalah dengan mengurai media tanam yang menempel
 pada akar tanaman sehingga terpisah menjadi granular media tanam. Pada saat dipisahkan/diangkat akan terlihat perakaran yang sudah padat dan cenderung mengikuti bentuk permukaan pot tanam. Pisahkan pula batuan atau material lapisan drainase. Lakukan kegiatan pemisahan tanaman pada saat media tanam agak basah sehingga ketika terangkat maka media tanam akan mudah terurai dan terpisah dengan akar tanaman.

Gunakan peralatan pengurai seperti garu kecil atau garpu kecil. Setelah itu potonglah sebagian akar berlebih yang berada di bagian sisi dan bagian bawah dengan menggunakan gunting stek yang bersih.

Langkah terakhir adalah dengan menanam kembali tanaman dengan menambahkan media tanam yang baru. Letakkan tanaman yang baru di repoting pada area yang teduh dan tidak terkena sinar matahari yang terik/lanngsung. Setelah tanaman ditanam kembali, selanjutnya tanaman disiram sampai jenuh, biarkan air keluar dari bagian bawah melalui lapisan drainase pot.

Biasanya dalam waktu tiga hari sampai dengan satu minggu maka beberapa daun akan menguning dan rontok. Keadaan tersebut merupakan proses alami tanaman daam menyesuaikan dirinya (beradaptasi) dengan keadaan yang baru.

Demikian tips atau cara melakukan rekondisi tanaman dalam pot atau yang biasa disebut juga dengan kegiatan Repoting. Semoga bermanfaat..

Salam hangat.



0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More