Senin, 01 Agustus 2016

Taman Indoor dan Fungsinya

Taman Rumah


Meskipun rumah kita saat ini dikelilingi oleh polusi dari berbagai sumber bahkan di dalam rumah itu sendiri, kita tidak perlu cemas karena sebenarnya kita dapat meingkatkan kualitas udara di dalam rumah kita, yang dengan itu secara tidak langsung kita mengurangi efek dari polusi atau pencemaran udara yang terdapat di dalam rumah ataupun di sekeliling rumah kita. Caranya adalah dengan konsep hidup yang alamai atau natural, dan salah satunya adalah dengan menghadirkan salah satu sahabat manusia yang sangat bermanfaat, yaitu taman!. Ya, taman yang merupakan sekumpulan tanaman (diantaranya) dengan beragam manfaat luar biasa. Taman di dalam rumah yang biasa kita sebut dengan istilah taman indoor.

Telah berlalu beberapa penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat dari taman indoor ini. Salah satunya adalah sebuah penelitian yang dilakukan dan dipelopori oleh badan antariksa Amerika yang sangat terkenal yaitu NASA, dimana hasil penelitiannya membuktikan bahwa tanaman rumahan yang menjadi salah satu ornamen penting pembentuk taman ini adalah pembersih udara alami yang sangat ampuh yang mampu memerangi polusi di rumah dan sekitarnya. Hasil studi laboratorium menunjukkan bahwa tanaman seperti ini mampu menyingkirkan polutan yang ada di dalam rumah hingga 87% hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Tentu anda pensaran bagaimana caranya. Penjelasan ilmiahnya adalah proses dekomposisi polutan itu berjalan seiring dengan proses fotosintesis. Tanaman akan menyerap polutan melalui bagian-bagian tubuhnya yaitu daun, akar, dan bakteri yang bersimbiosis dengan tanaman tersebut. Yang lebih hebat adalah polutan itu kemudian bahkan diolah menjadi makanan bagi tanaman itu sendiri.

Walaupun fungsi dan manfaat taman dan atau tanaman di dalam rumah itu telah terbuktikan dengan berbagai penelitian ilmiah, kebanyakan orang masih saja ragu untuk meletakkan tanaman di dalam rumah, terlebih lagi di kamar tidur. Kebanyakan orang mengira bahwa tanaman akan menyita oksigen dari dalam ruangan, sehingga berebutlah penghuni rumah dengan tanaman yang ada di dalam rumah, yang mengakibatkan kebutuhan oksigen dari manusia yang menjadi penghuni rumah itu kurang tercukupi. Padahal, pemikiran seperti itu sebenarnya adalah mitos.! Ya, mitos yang memang tidak pernah terbuktikan secara ilmiah.

Memang benar, tanaman membutuhkan oksigen untuk bernafas pada malam hari, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa jumlahnya sangat sedikit sekali. Jika diukur dalam kurun waktu 24 jam aktivitas sang tanaman, jumlah oksigen yang dikonsumsi olehnya tidaklah sebanding sama sekali dengan jumlah oksigen yang dihasilkan oleh tanaman itu sendiri, artinya oksigen yang dihasilkan oleh tanaman jauh lebih besar daripada oksigen yang tanaman itu serap, sehingga perbandingannya menjadi tidak berarti sama sekali. Coba kita bayangkan, jika ada seseorang yang tidur sekamar dengan kita, bukankah dia juga memerlukan oksigen? Nah, tanaman membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan manusia.

Dari sudut pandang lainnya, selain oksigen, tanaman juga membutuhkan karbon dioksida untuk bernafas. Karenanya, tanaman merupakan makhluk yang sangat cocok untuk berdampingan atau bisa dikatakan bersimbiosis dengan makhluk yang namanya manusia.

Akhir-akhir ini tanaman dan atau taman banyak sekali dijadikan pajangan atau hiasan yang sehat di ruang tidur bahkan di ruma sakit. Hasil evaluasi yang dilakukan lebih dalam menyatakan bahwa tanaman yang diletakkan di dalam rumah (indoor) ternyata mampu mempercepat masa peyembuhan pasien setelah operasi. Luar biasa bukan?. Jadi kita tidak perlu ragu untuk melakukan hal ini, dan bahkan bagi kita yang belum melakukannya, sebaiknya kita sudah mulai berpikir untuk melakukan hal ini, demi kebaikan kita dan seluruh penghuni rumah, khususnya sebagai perlindungan bagi kita dari polusi yang makin kesini makin banyak volume dan sumbernya.


Demikian, semoga bermanfaat..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More