Selasa, 16 Agustus 2016

Jalan-Jalan ke Taman Balai Kota Bandung (Bag 1)



Bismillah.. Sebagai warga kota Bandung, sebenarnya saya sudah lama mendengar berita mengenai “permak” wajah Kota Bandung yang digagas oleh Wali Kota Bandung Bapak Ridwan Kamil khususnya terkait perombakan wajah beberapa taman di Kota Bandung, atau perombakan beberapa lokasi yang awalnya bukan taman, menjadi taman. Hanya saja saya belum pernah menyaksikan seperti apa wajah taman-taman di Kota Bandung saat ini yang kian hari kian ramai diperbincangkan baik di media televisi maupun di internet termasuk di media sosial oleh para netizen.

Sampai tiba waktunya saya dihubungi oleh salah satu teman dekat saya yang menceritakan bahwa dia pernah mengunjungi beberapa taman di Bandung yang dia sendiri tercengang melihat perubahannya. Ya, kami sama-sama lahir di tahun 70-an, sehingga masa remaja dulu itulah masa di mana kami termasuk sering berkeliling kota untuk menghabiskan waktu. Sementara saat ini, saat dimana masing-masing sudah punya kesibukan sendiri, baik itu dengan pekerjaannya, maupun dengan bisnisnya, dan saya sendiri, tersibukkan dengan pekerjaan saya di luar Kota Bandung sehingga sedikit sekali waktu untuk bisa berjalan-jalan melihat perubahan kota yang menjadi perbincangan itu.

Mendengar penuturan teman saya itu, saya menjadi tertarik untuk mengetahui seperti apa wajah taman-taman yang ada di Kota Bandung ini sekarang. Sampai akhirnya tiba waktunya saya mengajak keluarga saya pada hari libur untuk jalan-jalan sekedar melepas penat rutinitas harian, menuju salah satu taman kota yang juga pernah saya lihat di media televisi bahwa wajah tamannya sudah banyak mengalami perubahan, yaitu Taman Balai Kota. Saya memilih taman ini karena tiga alasan :

  1. Lokasi taman yang terletak di daerah kantor walikota ini relatif dekat dengan stasiun Bandung, sehingga kami bisa menggunakan kereta api untuk menuju ke lokasi mengingat tempat tinggal saya di Bandung Timur yang dekat dengan stasiun kereta. Selain murah (harga tiket hanya Rp.4000 dengan fasilitas yang cukup nyaman), anak-anak kamipun tampak sangat bahagia karena tidak setiap hari atau bahkan setiap minggu atau mungkin bahkan setiap bulan mereka naik kereta. Jadilah perjalanan kamipun termasuk ke dalam agenda pelepasan penat.
  2. Lokasi taman ini juga berada di persis di sebrang kantor tempat dulu saya pernah bekerja selama kurang lebih 3 tahun, sehingga selain bisa mencuci mata dengan melihat pemandangan hijau di taman, saya juga bisa sedikit bernostalgia mengingat masa lalu, he..he..
  3. Saya melihat di televisi bahwa taman ini memiliki semacam sungai kecil yang sangat dangkal untuk bermain anak-anak. Karena saya memiliki anak kecil yang baru bisa jalan, saya rasa sungai ini bakalan cocok dengan hobinya yang baru mengenal air.



Tibalah waktu yang ditunggu, kamipun berangkat menggunakan kereta api menuju ke lokasi. Alhamdulillah, kereta tampaknya cukup tepat waktu juga. Selain itu ternyata kereta saat ini cukup nyaman, dengan harga 4.000 itu kami mendapatkan tempat duduk yang cukup nyaman, area gerbong yang bersih dan bebas dari pedagang asongan, juga kondisi di dalam kereta yang nyaman karena mennggunakan AC sebagai penyejuk ruangan. 

Pendeknya, kereta api di Kota Bandung saat ini sangat berbeda jauh kondisinya dengan kereta api di waktu-waktu dulu saya masih remaja, jauh sekali. Dulu kereta api dengan tarif murah itu dipenuhi oleh pedagang asongan yang berkeliaran menawarkan barang dagangannya, gerbong yang penuh sesak, dan kondisi lantai gerbong yang kotor. Sekarang, sungguh sudah sangat berbeda keadaanya, alhamdulillah.

Bersambung, silahkan klik disini untuk lanjutannya..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More