Senin, 27 Juni 2016

Vertical Garden atau Taman Vertikal

Vertical Garden atau Taman Vertikal


Vertical Garden atau taman vertikal yang dalam penyebutannya memiliki beberapa istilah lain, kadang disebut dengan istilah “dinding hijau” atau “dinding hidup.” Dalam Bahasa Inggris biasa disebut dengan istilah green wall, kadang disebut ecowalls, kadang juga disebut biowalls adalah cara bertanam atau bertaman atau bercocok tanam pada lahan yang sempit dengan menggunakan media vertikal atau dinding. Media tersebut ditutupi dengan tumbuhan tertentu sesuai yang diinginkan, dan ketika ini dilakukan maka jadilah dinding itu sebagai media tanam.

Media tanam berbentuk ruang vertikal atau dinding ini bisa ditempatkan di luar ruangan (outdoor) ataupun di dalam ruangan (indoor), baik dilekatkan pada dinding yang sudah ada maupun diletakkan terpisah. Rata-rata vertical garden atau taman vertikal memiliki fasilitas pengairan untuk penyiraman yang terintegrasi, sehingga pemilik taman tidak perlu bersusah payah untuk mengatur jadwal penyiraman dan kegiatan penyiramannya itu sendiri.

Ada hal yang menarik, karena vertical garden atau tanaman vertikal ini bisa dibuat dalam berbagai ukuran, di luar negeri pernah diadakan semacam kontes dimana ukuran taman terbesar pada tahun 2012, rekornya dipegang oleh Los Cabis Interntional Convention Centre. Ingin tahu luasnya? total luasnya mencapai 2.700 meter persegi! Luas sekali bukan?


Vertical Garden atau Taman Vertikal ini memiliki beberapa jenis media dalam aplikasinya, dimana di bawah ini disebutkan beberapa diantaranya;

Aplikasi Menggunakan Media Tanah Gembur

Jenis media ini disusun dalam rak-rak atau bungkusan untuk dipasang di ruang vertikal atau dinding. Cara ini agak rumit karena membutuhkan penggantian media secara berkala. Untuk taman yang diletakkan di luar ruangan, maka memerlukan penggantian sedikitnya satu tahun satu kali. Dan untuk taman yang diletakkan di dalam ruangan memerlukan penggantian sedikitnya dua tahun sekali. Metode tanah gembur ini sangat tidak cocok untuk daerah dengan intensitas gempa yang tinggi.

Selain itu, penanaman cara ini juga sebaiknya tidak diaplikasikan di area yang padanya sering terjadi interaksi publik. Berdasarkan pengalaman, karena satu dan lain hal, media tanam bisa berantakan dan tanahnya bisa berkurang sedikit demi sedikit karena intensitas interaksi itu. Sebagai tambahan, karena media jenis ini mudah terbawa angin jika anginnya besar, atau hujan yang disertai angin, maka sebaiknya dibuat tidak terlalu tinggi, maksimal di 2.5 meter tingginya.

Aplikasi Menggunakan Media Mat

Cara penanamannya adalah menggunakan serat sabut atau sejenis tikar sebagai medianya. Relatif tipis media ini, walaupun dalam beberapa lapisan sekalipun. Karenanya kurang mendukung sistem akar yang hidup pada tanaman dewasa dlam kurun waktu lebih dari tiga tahun, atau mungkin lima tahun. Akhirnya akar melewati lapisan sehingga pasokan air untuk tanaman menjadi kurang. 

Cara ini lebih baik jika diaplikasikan pada bangunan indoor dibanding mengaplikasikannya pada luar ruang. Perlu diketahui bahwa secara umum, metode penanaman ini sangat tidak efisien jika dikaitkena dengan keberlangsungan pasokan atau distribusi air untuk tanamannya. Kondisi ini terjadi karena media yang tipis, sehingga dia tidak mampu untuk menahan air dan menyediakan penyangga bagi akar tanaman yang memadai. Karenanya, penanaman dengan menggunakan media jenis ini hanya cocok untuk ukuran kecil yang luasnya tidak lebih dari delapan meter persegi sehingga jika terjadi sesuatu, perbaikan lebih mudah untuk dilakukan.

Aplikasi Menggunakan Media Berstruktur atau Media Struktural

Media berstruktur merupakan media tanam berbentuk blok yang tidak memiliki rongga. Media ini menggabungkan keunggulan dari dua jenis media yang telah disebutkan diatas. Berikut beberapa keunggulan dari pembuatan vertical garden atau taman vertikal dengan media ini :

1.         Karena media berbentuk blok, maka dia dapat diaplikasikan dalam berbagai ukuran, berbagai bentuk, dan dengan tingkat ketebalan sesuai keinginan.
2.        Daya tahan media ini sangat baik, bisa mencapai usia 5 sampai dengan 10 tahun
3.        Kemampuan untuk menampung air sangat baik, sehingga bisa diaplikasikan dengan tanaman jenis apapun yang dipilih.
4.        Mudah dalam hal pemeliharaan atau perawatannya, mudah juga dalam penggantiannya.
5.        Sangat fleksibel, artinya penanaman dengan media ini cocok untuk luar ruangan maupun di dalam ruangan.
6.        Lebih tahan terhadap hembusan angin, hujan yang disertai dengan angin, maupun gangguan akibat interaksi dengan manusia.

Salah satu kelemahannya adalah biaya pemasangan yang relatif mahal, akan tetapi ini terbayar dengan murahnya biaya perawatan atau pemeliharaan.

Vertical Garden Taman Vertikal

Sebagai tambahan informasi, Vertica Garden atau Taman Vertikal juga berfungsi menurunkan temperatur pada bangunan. Dimana ketika dinding bangunan menyerap cahaya yang banyak, taman ini berfungsi sebgai insulasi yang menyerap panas. Dengan proses ini, temperatur udara tidak akan melebihi 4,5 derajat celcius diatas temperatur ambient, dan berdasarkan pengalaman bisa lebih dingin dari itu. Dengan fungsi ini, seharusnya menjadi solusi bagi bangunan-bangunan yang berdiri didaerah perkotaan yang panas.

Demikian wawasan sekilas mengenai vertical garden atau taman vertikal, semoga artikel ini bermanfaat..


Sumber : Wikipedia

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More