Senin, 20 Juni 2016

Membuat Tabulampot Jeruk Manis Selalu Berbuah (Bag 1)



Bismillah, tulisan kali ini membahas salah satu tips untuk menambah hiasan taman anda sekaligus membuat hiasan itu bermanfaat untuk anda sekeluarga. Ya, tidak selalu sesuatu yang bersifat hiasan itu hanya bisa dinikmati secara visual saja, banyak juga hiasan-hiasan yang memiliki manfaat lebih dari sekedar hiasan. 

Nah, khusus untuk hiasan taman anda, ada beberapa jenis tanaman yang biasa ditanam di taman dimana selain bersifat memperindah tampilan taman, juga bermanfaat lebih karena bisa menghasilkan buah. Dari sekian banyak jenis tanaman buah yang bisa diletakkan di taman, tulisan kali ini akan membahas mengenai tips menanam salah satu jenis buah yang menjadi kesukaan banyak orang karena selain rasanya yang manis, buah ini memiliki tampilan yang sangat cantik yaitu jeruk manis. Betul, tulisan kali ini akan menguraikan cara menanam tanaman buah jeruk manis dalam pot, agar sang jeruk dapat tumbuh dan berbuah dengan baik. Mari kita simak!

Jeruk manis yang mempunyai nama latin Sitrus sinesis adalah tanaman buah yang berasal dari daerah Asia khususnya Asia Timur dan Asia Tenggara. Jeruk manis termasuk tanaman yang cukup mudah ditanam dalam pot karena tanaman ini memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup tinggi selain pemeliharaannya yang bisa dibilang relatif mudah. Buah jeruk mengandung vitamin c yang cukup tinggi, sehingga buah ini bisa menjadi sumber nutrisi yang sangat baik untuk anda dan keluarga. Bentuk tanaman ini juga mudah diatur, dan jika berbuah lebat maka tampilannya akan sangat indah mengingat warna buah ini sangat khas dan cerah, sehingga sekali lagi tanaman buah dalam pot (tabulampot) jeruk manis ini cocok sekali dipajang sebagai tanaman hias di taman anda.

Jenis jeruk manis yang relatif mudah untuk ditanam di dalam pot diantaranya jenis jeruk kingkit, jeruk siam, jeruk bali, dan jenis jeruk chu sa. Tabulampot jeruk kingkit dan tabulampot jeruk siam termasuk tabulampot yang paling digemari, terutama jeruk kingkit. Jeruk manis jenis ini sudah mulai dapat berbuah pada kisaran umur 1 sampai dengan 1,5 tahun setelah ditanam dari bibit vegetatif. Sementara jenis jeruk lain seperti sukade jeruk keprok, atau mungkin jenis jari budha relatif memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat mulai berbuah, yaitu di kisaran 2 tahun setelah masa tanam. Agar dapat menghasilkan bunga dan buah, tanaman jeruk memerlukan periode kering hingga maksimal 4 bulan.

Di bawah ini diuraikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk "merangsang" munculnya bunga pada tabulampot tanaman jeruk manis;

Bagian Pertama; Pemangkasan

Perlu kita ketahui, bahwa bunga jeruk akan muncul dan berkembang hanya pada tunas tersier dan kuarter. Karenanya, pemangkasan harus dilakukan pada cabang sekunder, dan dari hasil pangkasan cabang sekunder inilah akan muncul cabang tersier yangn diiringi dengan munculnya bunga jeruk. Semakin banyak tunas tersier yang muncul, semakin banyak pula bunga yang muncul. Selain itu, kita harus rajin untuk memangkas bagian-bagian cabang yang tumbuh liar, karena sifatnya merugikan. Misal cabang air, ranting yang tumbuh ke arah dalam, atau cabang yang terkena penyakit.

Pemangkasan juga dilakukan dengan cara pemangkasan daun atau yang bias disebut dengan teknik perompesan. Mengapa, karena daun yang tumbuh subur dapat membuat tanaman menjadi rindang dan sulit untuk menghasilkan buah. Secara umum, perompesan ini dilakukan pada waktu musim hujan dimana kondisi tanaman berada dalam kondisi yang segar. Jika perompesan dilakukan di musim panas atau keadaan sedang kekeringan, justru akan menyebabkan tanaman menjadi tersiksa dan akhirnya mati.

Selain itu, pemangkasan juga harus terus dilakukan walaupun setelah masa panen buah, yang bertujuan agar pertumbuhan tanaman dapat optimal sehingga buah dapat diproduksi secara rutin. Pemangkasan juga dilakukan pada sisa-sisa ranting hasil pemetikan buah karena hasil pangkasan sisa-sisa ranting ini akan memicu tumbuhnya tunas-tunas baru yang akan diikuti oleh munculnya bakal bunga jeruk.

bersambung..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More